Ada tiga gadis remaja tiba-tiba datang kepadaku
Mereka memelukku erat dan dua di antaranya duduk di pangkuanku
(Heloooo? Who are you? Aku tidak kenal kalian?)
Mereka tertawa dengan gayanya masing-masing…tertawa dan terus tertawa
(Uhmmm…tampaknya mereka senang di pangkuanku. Tapi aku merasakan sebaliknya. Berat..!!! Ughhh…mereka mencuri keleluasaanku)
Mereka tersenyum manis dan mulai bernyanyi…do..re..mi (Ah…stop it!! Fals semua!! Tapi aku tak bisa menghentikan mereka. Mereka terus bernyanyi semakin lantang)
Lalu saat lelah, mereka tidur di pundakku (Oh My, semakin menambah bebanku saja)
Tiba-tiba, satu di antara mereka terbangun…
Menangis, menjerit-jerit…katanya kesakitan…
(Aku benar-benar bingung, apa-apaan ini? Siapa mereka yang aneh itu? siapa mereka yang seenaknya datang di kehidupanku dan merenovasi bangunan yang sudah kokoh itu?)
Mereka marah padaku…(ah, dasar tidak tahu terima kasih!!)
Tapi mereka tetap memelukku dan tidak ingin dilepaskan…
Hari-hariku kulalui dengan tiga gadis remaja itu…
Aku mulai terbiasa dengan tawa, canda, tangis, jeritan, dan sikap yang kadang kurang berterima kasih itu…
Ya, aku mulai terbiasa…
Aku senang ada suara-suara lain di hidupku selain "Bangun, Kerja, Pulang, Tidur"
Aku senang dengan keberadaan mereka…
Mereka mengajariku untuk tertawa, menangis, bercanda, bahkan marah dengan sejati…
Mereka mengajariku membuka topeng kemunafikan yang sering kupakai ketika menghadapi dunia…
Mereka seperti terang yang dikirim untuk membuka selumbarku…
Mereka memulaskan warna warni dalam kertasku yang masih perawan
Dan mereka berkata…"Ajari kami tentang ini itu ya, Mbak…"
(What? ajari untuk apa? Kalian yang lebih banyak mengajariku tentang kehidupan. Jangan pergi…hidupku untuk kalian, kalian adalah hidupku)
Dedicated to: my sisters in always saturday meeting
Entries (RSS)