Beberapa hari yang lalu aku mengalami sakit pusing-pusing, demam, dan beberapa famous illness lainnya. Mereka datang bersamaan, mengingatkanku pada tugas-tugas kuliah dulu (dulu aku menganggapnya seperti penyakit panu, kudis, dan kurap yang datang bersamaan, gatal dan mengganggu). Ah, aku paling sebal kalau sedang sakit. Aku kepayahan melakukan pekerjaanku; lebih sering memayahkan orang lain juga.

Kuputuskan saja untuk tinggal di kontrakan, ijin 1 hari dengan konsekuensi tidak akan ada makanan (tidak seperti kalau di rumah), obat, dan camilan. Hanya bisa berharap ada sukarelawan yang datang dan membawakan obat dan nasi untukku. Tapi sampai siang tak jua muncul my superhero candidate. Wuah…terpaksa aku harus mengeluarkan jurus utama: menelpon maknyak.

Jurus yang sangat manjur kupikir. Beberapa jam kemudian maknyak datang dengan membawa obat, sekotak nasi dan seplastik tongseng mercon…ada satu lagi yang gak kelihatan tapi sangat kuat influencenya yaitu kerupuk omelan. Hahaha…makanan yang satu ini dikategorikan kerupuk karena memang sangat renyah…kriuuuk…kriuuuukkk, dan tak berhenti-berhenti.

Berdasarkan analisa beliau (maknyak), ada beberapa sebab aku sakit (dimulai dari yang paling kecil potensinya):

1. Terlalu sering kelamaan di depan komputer

Hmmm, i work with computer 8 hours a day, make sense.

2. Minus nya bertambah

Iya, dua bulan yang lalu kuperiksakan, nambah 2 poin. Ya….selamat, Anda mendapatkan dua poin tambahan.

3. Tidak mau menggunakan kaca mata

Aduuh, gak pake kacamata aja, kemana-mana aku dipanggil Bu. Kalau pakai kacamata?

4. Jarang mandi

heheeeee….mandi bisa dikategorikan pemborosan: pemborosan sabun, odol, air, waktu….save our energy please!

Dan setelah kucoba menarik kesimpulan, ternyata sebab ke empat yang paling logis (jorok pangkal sering sakit!).

Setelah makan tongseng mercon dengan kerupuk omelan, akhirnya aku mandi juga (sudah hampir 2 hari tidak menyentuh air; dan dengan PD kukatakan, "tidak ada yang tahu").

Betul betul manjur…tongseng mercon, omelan, dan mandi membawaku pada kesembuhan…

Di atas kertas putih itu aku berjanji, tidak akan lagi makan tongseng mercon, memancing omelan seperti kemarin, dan ….jarang mandi lagi (masih dalam pertimbangan).

Paginya aku bisa berangkat kerja dengan penuh euforia. Horaiiiii….aku bebas dari sakit…sejak subuh aku sudah sangat bersemangat dan mengerjakan segalanya lebih cepat dari pada sebelumnya.

Sesampainya di UGM, mungkin wajahku terlalu ceria, sehingga orang-orang yang kujumpai menatapku dengan bangga dan senyum lebar…tapi lama-lama lebih mirip tawa…dan…ah, perasaanku mulai tak enak, ada apa dengan mereka?

Kuputuskan untuk tetap PD sebelum akhirnya kePDan itu runtuh saat 2 orang menegorku, "maaf mbak, celananya kok belum diresleting? aduh, maaf lho mbak!".

UUUhhhhh….tongseng mercon, omelan, dan mandi…aku memilih kalian ketimbang harus menanggung malu ini!!!

Leave a Reply