Satu bulan ini aku perhatikan isi kamar mandi kontrakan. Sebagai informasi, satu kontrakan ini dihuni 4 orang, cewek semua tentunya. Aku melakukan penelitian secara detil dari mulai bak mandi, gayung, closet, ya, semuanya bersih, teratur, sempurna. Jika saja ibuku melihat, dia pasti akan sangat bangga dan menganugerahkan gelar baru padaku (gelar lama: si Ceroboh).
Lalu, mataku beralih secara spontan pada ke empat boks mandi (tempat sabun, dll). Yang pertama berwarna biru muda, terletak di ujung selatan bak. Ukurannya cukup untuk menampung 10 botol shampoo. Tapi tentu saja isinya bukan 10 botol shampoo (suka berlebihan deh!!). Boks biru muda itu berisi bermacam-macam bahan perawatan tubuh wanita: shampo (dengan merk terkenal), conditioner (dengan merk yang sama), serum perawat rambut (merk nya agak berbeda. Hmmm, pertimbangannya mungkin karena merk yang satu tidak memiliki variasi yang lengkap. Karena merasa sangat membutuhkan pelengkap itu, merk lain pun tidak mengapa), sabun tubuh dalam satu botol besar, odol, sebuah sikat gigi, sabun pembersih daerah kewanitaan, dan sabun muka. Dalam kotak lain, merah jambu, yang terletak di ujung utara bak mandi, terdapat shampoo, dua botol sabun cair ukuran sedang, sikat gigi usang, conditioner yang tampaknya beberapa waktu yang lalu sang empunya sedikit kewalahan memelotot isinya yang hampir habis, body scrub (ada 2, yang satu tampaknya tidak memuaskan sehingga harus memakai merk lain), serta shower puff. Hmmmm….
Aku masih betah di kamar mandi, aku tetap ingin meneruskan observasi ilegal ini.
Di sudut atas dinding aku perhatikan sebuah kotak dengan isi yang paling komplit dan (kutaksir) paling mahal di antara semuanya. Rak mandi biru tua, ya, rak itu bersisi, satu botol besar shampoo mahal, satu botol conditioner berukuran sama dengan merk yang sama pula, satu botol collonge, pasta gigi, sikat gigi, body scrub dengan merk terkenal dan berskala internasional, sabun mandi (tidak diketahui merknya), milk and honey untuk perawatan tubuh, serta shower puff. Tergantung di belakang pintu, juga ada beberapa perlengkapan lain yang masih, namun mungkin tidak dipakai, beberapa shower puff lama, dan 3 buah penutup kepala (dua di antaranya sudah aus).
Dan sebelum mengakhiri observasi hari itu, aku berkonsentrasi pada boks yang terakhir. Kupikir dia sering tersingkir. Saat diletakkan di depan boks pertama, dia disingkirkan ke belakang; saat di letakkan di samping boks ke dua, dia sering tersenggol dan jatuh. Aha, jika dia hidup, mungkin bisa disebut pengganggu!!!
Boks itu berwarna biru tua, ukurannya paling kecil di antara semuanya (1/2 kali semua boks yang ada). Isinya? em…aku perlu lebih banyak waktu untuk memperhatikan boks itu dari pada boks-boks lainnya. Bukan karena terlalu banyak isinya, sebaliknya, kucari dan kucari, apa yang menarik dari isi boks mandi satu ini, tapi tak juga kutemukan. Tak sebanding dengan tiga boks lainnya. Di dalamnya ada satu sikat gigi murahan, 1 pasta gigi (bekas dipelotot dengan paksa), 1 sabun padat, dan satu sabun muka murahan. Kupandangi lagi sekelilingnya…dia tampak terkucil di antara kemewahan yang ada. Sikat, pasta, sabun, sabun muka. Cukup…
Menurut Anda, mengapa pemiliknya tidak melengkapi isi boks mandinya? Padahal, secara logis, dia akan terpengaruh karena setiap hari, sewaktu mandi, dia akan melihat 3 boks mewah lainnya. Ada beberapa kemungkinan: pemilik ini kolot, tidak punya uang, pelit, atau memang sederhana.
Tak terasa, observasi ini telah berlangsung selama beberapa bulan, dan aku tetap melihat data dan fakta yang sama (padahal tiap tanggal muda, pemilik selalu mengganti isi boks dengan yang baru). Aku masih heran, kenapa tidak terpikir oleh pemilik boks sederhana itu untuk melengkapi koleksi perlengkapan mandinya. Apakah dia bisa terima jika boks nya terus-menerus menjadi yang dikucilkan, dianggap terlalu remeh, dan tidak pantas berada di sana, di antara kemewahan itu.
Ah, aku tak habis pikir. Kesenjangan yang aneh…
Ah, aku tak habis pikir. Kenapa aku harus melakukan observasi aneh ini…
Lalu, tadi pagi ada seseorang yang membisikkan sebuah rahasia mengenai observasi itu kepadaku. Dia mengatakan, "Mereka memakai segala perlengkapan kecantikan itu untuk mempercantik diri mereka; tetapi pemilik boks mandi sederhana itu harusnya bersyukur, karena tanpa perlengkapan kecantikan yang mewah pun, dia tetap menjadi yang tercantik".
Setelah itu aku menghentikan observasiku dan bersyukur, karena memiliki boks sederhana itu…
Entries (RSS)
hahahaha… saya tadinya berpikir, itu karena si pemilik boks sederhana itu, selalu memanfaatkan isi boks-boks yang lain, yang mewah-mewah itu…..