Ada
kubangan yang penuh Lumpur,
Dari sana makhluk
itu datang dan kau dekap
Mentarimu
mewarnai kelam kulitnya
Dan melukis
senyum pada awan hitamnya dengan tinta kasih
Kau ikut kotor,
kena lumpur bukan lagi percikan
Tapi tampak
bersinar karena cinta yang menyela dari ceruk hati
Ada lagi datang
dari debu,
Hinggap di
hidung, tangan dan jemarimu…
Gatal pun jadi,
kau mengelusnya pelan bersama kesetiaan
Mengalir air iba
dari rahim bidadari
Dan sumur tua
menyeruak berbual-bual meneriak riak-riak syukurnya
Dari bawah, ada
yang meraba naik sampai ke lutut,
Gigitan perih
bersisa darah kering, engkau sentuh dan tiup atas bayu
Lalu terbang
selaksa bebannya, bersama terima kasih tak berhenti
Mereka kau kecap
bersama masa
Kotor, gatal dan
perih kau terima sebagai hadiah masa
Kau tetap penuh
cinta
Dalam sulaman
waktu yang memaksamu bertumbuh dewasa, bukan tua
Dan sampai
mentari mati, kau tetap cahaya bagi mereka
Engkau, cahaya bagi mereka
Entries (RSS)
Hai Non.. Produktif sekali dirimu! Dalam sehari bisa nulis beberapa kali.. Apa kabar? Sori gak bales sms. Waktu kemaren aku gak ada sinyal dan pulsa sekaligus..:) karena itu terima salam Selamat Natal dan Tahun Baru dariku sekarang yah… Kapan kita bisa chat lagi…?
wah wah emang yang satu ini hanya patut untuk dipuji. you’re the best….